Prospek Lulusan Planologi (Edisi 2019)

Posted on Posted in Uncategorized

Kemarin, tiba-tiba saya dapat email pertanyaan dari seseorang yang saya nggak kenal. Yang menarik, apa yang dia tanyakan lewat email itu mengingatkan saya dengan apa yang saya lakukan dulu sewaktu TPB (sebutan tingkat pertama di ITB). Pada saat itu saya sudah agak yakin akan memilih Teknik Planologi sebagai jurusan saya sampai lulus (di ITB, mahasiswa tingkat pertama di semua fakultas belajar hal yang sama dan belum punya jurusan). Tapi kenapanya, waktu itu saya belum tau karena jurusan ini jujur masih asing untuk saya. Pertanyaan matre ala anak SMA yang sedang cari jurusan masih menghinggapi saya.

Saya copy-kan aja ya pertanyaan dia melalui email. Jawaban saya sebenernya nggak terlalu straightforward tapi saya harap bisa memuat poin-poin penting yang harus diperhatikan sama temen-temen yang mau memilih jurusan Teknik Planologi/ Perencanaan Wilayah dan Kota ini. Semoga bremanfaat!

Ps. Di featured photo blog post ini saya mau nunjukkin aja bahwa my job had brought me to go to New York City. An experienced that I had never thought I could have.

On Thu, Feb 21, 2019, 4:03 AM I**** H***** <i********@gmail.com> wrote:

Hai kak, semangat pagi.

Aku I**** H*****,

Aku mengambil jurusan planologi di kampus ********. Aku ambil kelas karyawan. Seminggu dua kali. Sekarang kerja sebagai drafter di perusahaan. Mau nanya mengenai planologi. Apakah jurusan planologi sangat menjanjikan untuk masa yang akan datang?
Terimakasih kak.
REPLY
From: GS
Date: Fri, Feb 22, 2019, 10:42 PM
Subject: Re: Pertanyaan
To: I**** H***** <i********@gmail.com>
Halo I****,

sorry saya baru bales.
Begini, kamu sekarang kenapa ambil jurusan planologi? itu dulu. Kadang memang sulit di jawab sekarang, karena saya juga waktu itu “kecebur” bisa dibilang juga nggak sengaja dan clueless juga.
Bisa refleksi lebih jauh aja ya sama pengalaman saya yang lalu-lalu. Bahwa memang planologi terkesan ilmu yang nggak populer. Waktu itu saya berfikir ya karena nggak populer mungkin justru inilah kesempatan saya buat jadi yang terbaik, yang pada akhirnya memotivasi saya buat lulus dengan predikat cum laude (alhamdulillah tercapai hehe). Nggak ada gunanya lagi buat saya pada saat itu buat merasa galau kalo ilmu saya nggak bakal kepake atau nggak menjanjikan. Karena waktu itu saya pikir kalau saya jadi yang paling unggul saya pasti akan dicari untuk kerjaan apapun itu berhubungan atau tidak.
Sampai titik ini kalau kamu punya kesempatan buat ganti jurusan sepertinya masih terbuka lebar ya?
Tapi kalau berganti jurusan itu bukan jadi pilihan ya tinggal diteruskan aja, dan mencari tau apa yang akan kamu kerjakan setelah lulus nanti. Itu pertanyaan yang bagi saya lebih penting pada saat itu ya.
Akhirnya saya juga menyibukkan diri di kegiatan-kegiatan luar kelas yang membuka banyak pintu-pintu ide lain. Ada kemungkinan yang saya lihat waktu itu kalau saya juga bisa setelah lulus nggak berpraktek sebagai planner (seperti pekerjaan saya sekarang sebagai peneliti). Selain itu saya juga sibuk di organisasi yang berhubungan dengan alumni-alumni sehingga makin banyak juga ide yang saya dapat tentang kehidupan setelah kampus. Dan ini penting!
Kembali ke pertanyaan kamu sekarang.
Saya senang sih dapat email dari kamu, dan saya rasa jawaban untuk ini akan terus berubah. Percaya nggak kalau saya juga pernah melakukan hal yang sama kayak kamu ini dengan message2 alumni-alumni dan bertanya tentang hal yang mirip ini.
Jawaban yang akan saya kasih saya rasa beda dengan jawaban mereka karena jaman juga berubah. Bisa jadi jawaban saya sekarang nggak relevan lagi sama apa yang akan kamu hadapi nanti setelah lulus 2-3-4-5 tahun lagi (?).
Jawaban saya: sebaiknya kamu eksplorasi skill-skill keplanologian yang ada dan kamu perdalam apa yang kamu suka. Misalnya kamu suka aspek ekonomi dalam penataan ruang, dalami itu, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang skill seperti pengolahan data ekonomi, teknik2nya, atau software terbaru. kata kunci seperti BIG DATA sekarang ini lagi hits dan bagus banget kalo kamu bisa juga merambah itu. Banyak banget kebutuhan big data sekarang. Bahkan gojek aja membutuhkan orang dengan keahlian big data apapun latar belakangnya. Lulusan Planologi menurut saya bahkan akan lebih baik dan punya daya tawar karena punya wawasan keruangan, dan supply-demand yang berbasis geospasial..
Atau kamu sangat sangat suka dengan skill Informasi Geospasial (GIS) dan tanpa harus nantinya bekerja sebagai planner, keahlian ini sangat-sangat dibutuhkan. Wawasan kamu sebagai orang yang belajar planologi akan punya nilai tambah tentang dampaknya terhadap aktivitas manusia misalnya. Banyak tenaga surveyor yang membutuhkan keahlian sekaligus wawasan ini sejauh pengetahuan saya.
Atau di saat yang bersamaan kamu juga sangat suka dengan hal-hal berbau IT. Sekarang ini smart city menjadi topik yang menarik bagi pemerintahan di daerah.
Saya rasa sekarang ini kita jangan terpaku, tapi juga jangan diabaikan, dengan keahlian inti dari apa yang kita pelajari di jurusan perkuliahan kita. Karena memiliki wawasan di luar itu akan menjadi nilai tambah yang lebih menarik bagi employer.
Satu hal lagi, sebaiknya kamu juga memperbanyak kesempatan praktek langsung dengan magang atau internship. Pengalaman-pengalaman hands on, sejauh pengalaman saya merekrut untuk keperluan pekerjaan di kantor saya tampak jauh lebih menarik daripada mereka yang hanya menyelesaikan kewajiban perkuliahan. Syukurlah kamu sekarang juga sambil bekerja yang sepertinya justru akan semakin mematangkan wawasan dan keahlian mu pada proyek-proyek riil. Jangan pisahkan keduanya, justru perkuat untuk membangun portofolio yang nantinya bisa kamu “jual” ke potential employer. Artinya, PENGALAMAN akan menjadi highlight yang penting untuk jadi nilai tambah yang menarik bagi pekerjaanmu selanjutnya.
Silakan kalau ada lagi yang mau ditanyakan ya. Sekali lagi terima kasih sekali sudah menanyakan hal ini. Saya jadi berencana memuatnya di Blog saya untuk bisa dibaca oleh orang lain. Tentu saya akan samarkan identitasmu untuk melindungi privasi. Keingintahuanmu ini bagus banget dan perlu saya apresiasi.
Jangan ragu kalau mau tanya-tanya lagi ya! 🙂
Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *