Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke El-Tari

Posted on Posted in Traveling

Untuk pergi ke Kota Kupang, sebenernya penerbangan yang paling populer itu justru bukan pake GA lho, tapi malah Batik Air. Padahal, jadwal GA lebih manusiawi karena berangkatnya nggak terlalu pagi sementara jadwal penerbangan Batik Air ke Kupang itu jam setengah-3 pagi. Tapi coba tanya sama orang-orang NTT, mereka pasti lebih suka naik yang terakhir itu. Beberapa kali tugas ke provinsi paling tenggara ini, saya pun akhirnya harus setuju bahwa Batik Air lebih cocok buat jadwal kerjaan. Pasalnya, 3 jam setelah berangkat sekitar jam 6 pagi kita udah mendarat di El-Tari, Bandaranya Kota Kupang. Setelah itu saya bisa lanjut naik pesawat ATR (ukuran kecil + baling-baling) terbang ke Flores, tempat saya bekerja. Total perjalanan cukup 4 jam belum termasuk transit nunggu di Kupang sekitar 3 jam. Lebih efisien, dan nggak abis waktu di jalan kan!

Oke, sekian soal perbandingan, tapi ini adalah foto-foto yang saya ambil dari kunjungan saya paling pertama ke NTT. Waktu itu saya pilih naik Garuda Indonesia dengan alasan supaya nggak kecapekan (waktu itu lagi agak sakit juga sih sebenarnya) dan pengen meskipun ekspress banget bisa jalan-jalan dulu di Kota Kupang. kayak apa sih Kota Kupang?
Waktu itu, Terminal 3 Soekarno-Hatta belum dibuka. Jadi Garuda masih terbang dari Terminal 2. Jujur aja, sampai blog post ini ditulis saya masih merasa Terminal 2, meskipun tua, tetap lebih baik daripada Terminal 3 yang baru itu. Selengkapnya saya janji deh bakal nulis blog tentang itu. Yang pasti, Terminal 2 yang juga menang penghargaan arsitektur Aga Khan Award ini super Indonesia banget feel nya. Juga ergonomis bentuknya, kemana-mananya nggak jauh, dan masih fotogenik. Liat aja bentuk atapnya yang Jawa banget, tambahan ukir-ukiran dari timur Indonesia, juga warnanya yang earthy banget.

Nah, perjalanan dari Jakarta ke Kupang dengan Garuda Indonesia ini ternyata harus transit 1x di Ngurah Rai. Dan tentu aja dengan standar maskapai plat merah ini saya dikasih makanan yang cukup decent. Lumayan, soalnya belum sempet sarapan dari rumah karena harus berangkat abis shalat Subuh.
DSC06883.jpg

Dedek yang duduk depan saya terkesima sama mbak pramugari ini. Thank you so much for nurturing us during the flight >.< DSC06886.jpg

Yang amazing, ternyata flight ini waktu mendarat ngelewati tol di atas laut di Bali itu lho. Untung sempet ke-capture. Warnanya itu. Indah banget kan!
DSC06894.jpg

Nah ternyata baru kali ini nih saya transit tapi diminta untuk tetap tinggal di pesawat. Jadi sebagian penumpang itu memang terbang tujuannya mau ke Bali, dan mereka turun dari pesawat sementara saya diem di dalam. Dan baru kali itu juga saya liat betapa cepetnya pramugari dan cleaning service setempat bersih-bersih. Dalam waktu sekejap semua sampah udah bersih, juga seat belt udah kondisi siap tersilang di atas jok kursi yang kosong.

Pesawat terus terbang lagi, dan ternyata setiap sekali terbang, penumpang dikasih makanan. Artinya, dalam penerbangan yang kalau ditotal cuman sekitar 3 jam saya dikasih makan 2x. Baru ini saya kayak udah dong tolong masih kenyang ane gan. Tapi tetep sih dimakan sampe habis hahaha..
DSC06905.jpg

DSC06922.jpg

DSC06936.jpg

Dan ketika masuk ke wilayah udara NTT, mulai keliatan penampakan-penampakan di bawahnya. Yang paling jelas, dan sampe sekarang masih misteri ini komplek apa. Ada yang super rapih kayak gini ini keliatan pas mau mendarat di El-Tari Kupang. Kira-kira kalau ada yang tau ini komplek apa, komentar di bawah ya! 🙂
DSC06949.jpg

Dan, taraa akhirnya mendarat juga di Bandara El Tari di Kupang
DSC06962.jpg

Keliatan nggak ada Sasando Rote, alat musik tradisional khas NTT, di deket truk Pertamina itu? Waktu mendekati gedung terminal, entah saya ke-GR-an atau enggak ya, tapi ada yang nyambut! Kayaknya sih untuk tamu/penumpang khusus yah hehe
DSC06965.jpg

DSC06969.jpg

Dan barisan porter-porter bandara yang siap mengangkut barang-barang kita kalau dibutuhkan. Kemejanya lucu ya, pakai motif tenun ikat..
DSC06970.jpg

DSC06971.jpg

DSC06975.jpg

DSC06979.jpg

I would say that, this is quite a neat airport for a city somewhere in southeastern part of my coountry! Bagus dan rapih I would say too. Begitu menginjakkan kaki di sini, rasanya orang-orang Timor ini murah senyum dan baik-baik. Dan betul aja. Sejauh pengalaman saya di kota ini memang orang-orang di Kupang baik dan helpful. Berikutnya mungkin saya bakal nulis tentang apa aja yang bisa kita liat di Kupang ini yah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *