12 Kesibukan Alumni Planologi Sekarang

Posted on Posted in Planologi

Waktu-waktu ini kira-kira hampir 5 tahun sejak angkatan saya pertama kali ada yang lulus. Sebenernya waktu itu anak-anak di angkatan ada yang udah sibuk banget urus Tugas Akhir (TA, atau skripsi di universitas lain). Kalau saya sendiri sih, lagi sibuk main kayanya hehe secara saya berencana lulus menjelang akhir tahun. Waktu itu tingkat keambisiusannya masih biasa aja.

Anyway, sebagai lulusan Planologi atau Perencanaan Wilayah dan Kota. Kira-kira angkatan saya udah pada sibuk apa aja ya? Tujuan utama tulisan ini sebenernya untuk memberikan gambaran aja dari kenyataan yang akhirnya saya lewati juga. Dulu, waktu baru masuk ITB, saya bertanya-tanya keras, dan untung aja disaat yang sama facebook pun udah sekitar 2 tahun populer. Dari situ saya sok kenal-kenalan aja sama alumni Planologi, dan Arsitektur. Kenapa saya nanya anak-anak arsitektur juga? Jujur, awal masuk ITB memang mau masuk ke sana, tapi kemudian galau dan sejak pertengahan semester satu saya mantapkan buat ambil Planologi aja.

Nah, mengingat informasi yang kayanya bisa juga jadi acuan buat temen-temen usia SMA yang lagi mencari-cari sekolah. Dan perlu diakui juga di saat-saat itu sebagian–entah besar entah kecil–pun punya pandangan yang cukup matre juga. Barangkali tulisan ini bisa membantu. Berikut ini 12 kesibukan alumni planologi ITB, 7 tahun sejak masuk kuliah:

  1. Bekerja untuk NGO
    Apaan sih NGO? pendeknya: Non-Government Organization. Sejujurnya saya pun kesulitan mendefinisikan ini karena sering juga dipertukarkan dengan istilah CSO/Civil Society Organization. Ada juga yang menerjemahkan NGO sebagai LSM/Lembaga Swadaya Masyarakat. Tapi rasanya ada aura nggak mau dipersamakan karena takut dianggap LSM ini yang kerjanya bakar-bakar ban. Atau kalau bodrex, kerjaannya cari kejelekan pemerintah lalu mengancam taroh di koran. Tapi intinya, alumni planologi yang saya kenal (iyalah! angkatan saya kok) ada yang bekerja di area ini, ada yang fokus di kesejahteraan anak-anak, NGO untuk pendidikan, ada juga yang fokus di mikro asuransi. Nggak nyambung sama planologi? Kata saya sih nyambung-nyambung aja, toh temen saya penulis buku Kota Rumah Manusia, Rendy A. Diningrat, meng-hihglight yang intinya kota itu memang tempatnya orang beraktivitas apa saja, siapapun bentuk dan latar belakangnya, yang artinya bisa termasuk anak-anak, pengusaha kecil, atau mereka yang fokus dalam topik-topik lainnya.
    Oiya, saya rasa tempat kerja saya sekarang ini masuk ke kategori ini! Tapi saya nggak bakar ban, saya meneliti.
  2. Dosen/Peneliti di kampus
    Beberapa teman sekarang juga sibuk memakmurkan almamater. Perannya pun macam-macam, ada yang jadi dosen (yup, angkatan saya udah ada yang diangkat PNS dosen di kampus), ada juga yang asisten di laboratorium (yang jangan salah karena proyek dan penelitiannya pun nggak sedikit!). Menarik karena saya pun sebelum akhirnya memutuskan pindah kembali ke Jakarta juga membantu salah satu lab di Planologi ITB.
  3. Bekerja di konsultan
    Ngomong-ngomong soal konsultan, menurut saya ini adalah pekerjaan yang paling nggak keluar dari khitah-nya lulusan Planologi: jadi konsultan. Apalagi yang di konsultan perencanaan!

    • Perencanaan
      Mungkin orang mikirnya abis lulus kalau mau kerja di perencanaan itu ya kerja di Dinas Tata Kota pemda. Ya nggak salah juga secara yang govern/manage/mengelola kota itu memang pemerintah. Tapi yang mengerjakan materi rencananya ya umumnya tetap konsultan juga. Sama kok kaya Mama Papa kamu yang sewa arsitek untuk desain rumah kamu (dan jelas arsitek pun punya kantor konsultansi untuk jasa mereka). Emang sebanyak itu kota di Indonesia. Cuy, Kota/Kabupaten se-Indonesia ada hampir 500, provinsi ada 34, yang masing-masing harus ganti rencana paling enggak tiap 5 tahun, tiap 20 tahun, atau kalau mereka mau bikin konsep lebih detil suatu kawasan wisata misalnya.
    • Properti
      Konsultan properti yang dimaksud ini yang memberi masukan ke perusahaan properti, sebaiknya kalau mereka punya tanah dibangun apa (berdasarkan analisis ekonomi, ruang, aktivitas di sekitarnya, dsb), kemungkinan kesuksesannya, kemungkinan perkembangannya, cocok-tidaknya sama aturan setempat, dan banyak lagi! Multi-sektor banget cara mikirnya? Ya itu lah planologi.
  4. Bank
    Selain terkenal tempat berlabuhnya berbagai jurusan, tapi rupanya keilmuan planologi pernah bikin salah satu temen saya ribet cari peta Indonesia untuk nge-plot/memetakan layanan tempat kerjanya. Bukan sarjana planologi kalo nggak ngerti peta! hehe
  5. Mahasiswa S2/S3
    Dengan semakin terbuka lebarnya kesempatan sekolah ke luar negeri tentu aja temen-temen pun punya akses juga ke sana. Apalagi, dengan keilmuan ini cukup mudah rasanya menjawab pertanyaan di motivation letter dan kerabat-kerabatnya
  6. Bekerja untuk BUMN
    Ini juga, beberapa pun berlabuh disini. Sebelumnya, di ITB itu tingkat 1 dan 2 kuping bakal lelah karena semua anak TPB ngomongin, “apakah kalau pilih jurusan ini bisa kerja di perminyakan”. Saya nggak tau sih apa ini masih berlaku apa engga di kampus. Buktinya, ada angkatan saya yang sekarang kerja di bidang itu. Saya juga pernah magang 1 bulan di Tarakan, Kalimantan Utara, sama PT. Medco Energi. Memang, kita nggak akan ngurusin produksi, puter-puter pipa, dsb. Tapi ternyata kemampuan anak plano di bidang Pengembangan Komunitas menjadi hitungan juga untuk industri itu.
    Selain bidang itu, ada juga yang sibuk di BUMN lain yang sekarang nguasain terminal 3 cengkareng. Hehe.
  7. (non/)PNS di kementerian/lembaga dan Pemda
    Kementerian apa aja? Yang paling jelas ya Bappenas lah ya, itu isinya kalo nggak anak ekonomi ya anak planologi. Saya juga pernah kerja disitu hehe. Terus yang lain ada KemenPU-PR, Kemendesa & PDTT, Kemenperin, Kemenko PMK, Kemenko Ekonomi. Selain kementerian, ada juga yang sekarang sibuk ikut bangun Jakarta 😉
  8. Bekerja di Lembaga/Donor Internasional
    Nah ini agak mirip sebenernya sama poin 1 tadi, tapi saya putuskan untuk dibedakan aja supaya nggak semakin runyam definisi di poin 1. Pada realm/dunia pembangunan itu ternyata nggak kalah rumitnya pihak yang berperan. Sama rasanya sama sektor privat: ada supplier, ada distributor, ada ritel, ada yang fokus di maintenance, dst. Khusus kategori ini, lebih kepada lembaga yang afiliasinya dari luar negeri. Ada yang bentuknya NGO, ada juga yang bentuknya bank pembangunan untuk membiayai proyek-proyek di negara kita ini. Nyambung? masih lah… kalau udah bikin rencana apa enggak terus dibangun? dibiayai? Perencana juga seharusnya tau berapa kebutuhan biaya untuk membangun kota/wilayah.
  9. Freelance
    Termasuk saya yang sekarang lagi menekuni fotografi 😉 Sekalian kakak-kakak dikunjungi ya Instagram saya, dan halaman portofolio saya SatriaMotret
  10. Bekerja untuk perusahan properti
    Bedanya apa sama konsultan properti? Ya ini yang mbangunnya, yang punya projectnya. Jelas kota-kota baru kayak di daerah Serpong sana butuh keahlian perencana supaya bisa berfungsi dengan baik kan?
  11. Pengusaha
    Yang pasti mereka-mereka yang punya jiwa yang berani, pengambil resiko, dan punya teman banyak. Kalo saya sambung-sambungin sama kelilmuan di plano, kita 4 tahun sekolah isinya banyaaaak banget presentasi. Hampir tiap mata kuliah kita presentasi. Nggak heran, karena sebagai perencana yang kita jual adalah konsep. Toh kita semua di dunia ini bekerja atau berdagang juga jualan kan? Jual jasa kita ke kantor (waktu interview misalnya), atau presentasi ke atasan.
  12. Bekerja di perusahaan swasta lainnya
    idem sama point 11, karena saya yakin sama poin keterhubungannya

Demikian daftar ini coba saya buat, meskipun saya yakin ada yang ke-skip.. trust me, kalo iya diingetin aja dan saya update ya!

Yang saya bangga dari teman-teman saya, apapun kesibukan mereka saya pribadi menilai mereka serius dalam bidangnya masing-masing. Dan sampai hari ini kami pun masih chatting, menyelamati yang ulang tahun, dan sesekali (terutama yang di Jakarta) ngumpul kalau nggak di Cikini, Grand Indonesia, ya Setiabudi Bldg. Saya pun akhirnya berdoa, supaya pertemanan ini abadi. Karena kata hadist, “pertemanan (silaturahmi) itu meluaskan rezeki dan memperpanjang umur”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *